Borobudur Tertimbun Abu….

Candi Borobudur di dekat rumahku, merupakan candi yang terletak di antara 5 gunung dan pegunungan yang salah satunya adalah Gunung Merapi Sehingga ketika terjadi Letusan pada tanggal 26 Oktober kemarin, juga ikut merasakan hujan abu… walau jarak dengan puncak Merapi kira-kira 60 km.

Candi Borobudur dengan latar belakang Gunung Merapi...

Hujan abu yang jatuh di daerah Borobudur meninggalkan timbunan abu yang mempunyai ketebalan kurang dari 1 cm. Walau cukup tipis, ternyata hal itu  cukup merepotkan. Jalan-jalan tetutup Abu… ketika ada kendaraan yang lewat abu beterbangan kemana-mana….. karena banyaknya abu, “Kota” Borobudur menjadi sangat sepi… orang-orang malas untuk keluar rumah, bahkan toko-toko di sepanjang jalan “Malioboro” nya borobudur ( Jalan antara Terminal sampai areal parkir Candi Borobudur… ) banyak yg tutup…

Areal Parkir Candi...

Jalan yang berdebu...

Begitu juga dengan bangunan Candi yang ikut tertutup oleh abu vulkanik yang lumayan tebal. Abu yang menutupi bangunan candi dikuatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan candi yaitu dapat berdampak keroposnya batu-batu penyusun candi. Hal ini dikarenakan abu semburan dari gunung merapi banyak mengandung unsur Sulfur dan juga mempunyai derajat keasaman yang menurut petugas  ber-pH antara 4 – 5.

Maka oleh sebab itu, abu yang menutupi harus segera dibersihkan. Cara pembersihan menurut petugas perawatan bangunan candi, tidak boleh sembarang, misalnya saja dengan menyemprotkan air di atasnya, hal ini malah dapat memperburuk keadaan karena abu malah semakin meresap masuk ke dalam sambungan antar batu atau pori-pori batu. Abu harus dibersihkan dulu secara manual dulu yaitu dengan sapu kemudian dibuang, barulah setelah bersih baru dicuci dengan air. ( ko ng pake Vacum Cleaner aja ya….. 😀 )

Kerja bakti yuk....

Sampai hari kelima sejak letusan, masih tersisa abu di pojok2 jalan dan jalan2 yang jarang tersentuh kendaraan. Yang untungnya walau saat ini keberadaan abu sangat merepotkan, tetapi besok setelah meresap ke tanah, malah akan menguntungkan bagi para petani di sekitar candi karena semakin subur.

Untuk saja… hujan abu sudah mereda. Seandainya belum, bisa-bisa Candi Borobudur bisa terpendam lagi deh… ( seperti pada jaman Kerajaan Mataram Kuno yang menyebabkan kerajaan di pindah ke Jawa Timur… 😀 )

Foto-foto :

Koleksi pribadi, JPnn dan republika

Iklan

13 Tanggapan so far »

  1. 1

    Ajikz said,

    Njenengan dalemipun pundi mas?
    Duh g sabar pgn pulang ke muntilan,smoga smw baek2 sazaaa…

  2. 3

    Mr_Long'S said,

    pic pertama asli keren banget 😎

  3. 5

    Ajikz said,

    Whaa ternyata aseli mbudur sampeyan.Salam kenal juga bro..aku muntilane belakang tape ketan,dket garasi ramayana.

  4. 8

    Ajikz said,

    Salam kenal mas dhuwur,q jg alumni spensa angktn 2004. wah malah dadi reuni neng bloge mas skyrider hihihi permisi ya mas…tadi pulang lwt jogja debu msh mbledug bgt,alhamdulilah mpe muntilan udh dibilas hujan.

  5. 9

    raiderobie said,

    kondisi terakhir gimana pak disana?..

  6. 11

    adjokasep said,

    katanya sampe3cm tebalnya ya….

    ngomong2…. ada yang udah tau persamaan dari Toyota Avanza/Daihatsu Xenia, Brilliance B3, Lamborghini Gallardo Cabriolet dengan Mocin Roda Tiga? :

    http://mocinrider.wordpress.com/2010/11/09/autocyclo/

  7. 13

    B R Y A N T said,

    Sedih mendengarnya,
    Berat Untuk Candi Borobudur menjadi 7 Keajaiban Dunia lagi.
    Indonesia Berkabung


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: