Akibat Lahar Dingin… Jalan Depan Rumah Jadi Jalur Utama Jogja-Magelang

Banjir lahar dingin yang terjadi tanggal 30 Maret 2011 kemarin merupakan Banjir lahar dingin yang cukup besar sehingga menyebabkan salah satu jembatan sungai Pabelan yang merupakan Jalur utama Magelang-Jogja terputus. Dulunya Jalur utama ini terdapat dua jembatan yang dilewati oleh dengan arah yang berbeda.

Jembatan yang sebelah selatan telah putus

Sehingga saat ini hanya tinggal satu jembatan saja yang berfungsi, itu saja hanya dapat dilewati oleh sepeda motor dan pejalan kaki saja. Hal ini dikarenakan kondisi tiang penyangga jembatan yang telah “kroak” karena hantaman batu yang menyertai banjir lahar dingin.

Tiang penyangga jembatan yang sudah "kroak"

Biker dan pejalan kaki boleh lewat... mobiler lewat jalan lain ya...

Sedangkan untuk kendaraan mobil dengan terpaksa harus dialihkan melewati jalur lainnya. Jalur paling dekat yang dapat dilewati adalah melalui jalan di depan rumah yaitu jalur Borobudur – Jagalan – Kalibawang – Kulonprogo – Jogja. Padahal lebar jalan tersebut hanya relatif sempit bila untuk berpapasan dua mobil dari arah yang berbeda. Lebih-lebih lagi, jalan sepanjang 6 km ini setengahnya berupa jalan pegunungan yang naik turun, berbelok-belok, dan samping jalan berupa tebing dan jurang yang apabila “kebablasen” bisa masuk Sungai Progo. Akhirnya sesuai dengan yang diperkirakan karena tidak hanya mobil kecil saja yang lewat tetapi juga truk yang penuh muatan dan bis, menyebabkan kemacetan yang cukup parah. untuk mengatasinya maka dijalankan sistem buka tutup dengan lebih diprioritaskan mobil yang berasal dari daerah Jogja.

Kemacetan di di jalur Borobudur-Jagalan

Sedangkan mobil-mobil besar seperti truk trailer, bus antar propinsi harus “ngalang” lewat Purworejo yang jaraknya menjadi dua kali lipat.
Kondisi seperti ini akan berlangsung relatif lama dikarena perbaikan tidak dapat dilaksanakan bila masih musim Penghujan, yang dapat menyebabkan banjir lahar dingin terjadi sewaktu-waktu.
Dampaknya bisa berakibat pada perekonomian daerah Magelang, terutama sektor pariwisata khususnya di Taman Wisata Candi Borobudur karena berkurangnya jumlah wisatawan. Bukan hanya itu menurut analisis saya, harga sepeda motor juga bakalan naik nih… soalnya biaya ekspedisi yang biasanya dari jogja langsung Magelang, sekarang harus lewat Purworejo.
Smoga saja… semua ini lekas berakhir….. SMOGA……

Iklan

26 Tanggapan so far »

  1. 1

    xixixi, jalur westprog-borobudur asik banget jalannya, meliuk2 munggah medhun mulus pula 😀

  2. 3

    one08 said,

    semoga musibah ini segera berhenti mas bro!

  3. 5

    bejo said,

    pertamax

  4. 7

    ajikz said,

    wah kemacetannya mirip sama pas dulu gempol ditutup mas,bener-bener nyusahi wong akeh

    • 8

      SkyrideR said,

      bener…. apalagi klo jalur alternatif juga sampai terputus….
      udah deh… ke Yogya harus lewat Purworejo.. ke Ngluwar juga harus lwt Purworejo…. 🙂

  5. 9

    azizyhoree said,

    wahhh turut prihatin pak 😦

    moggo2 pada lewat kalibawang……. *siap2 dirikan pom bensin eceran 😀

  6. 11

    Maskur said,

    wa ternyata efek merapi masih berlangsung
    semoga cepat berlalu

  7. 12

    Darmawan said,

    Mudah2an cepet pulih lagi sikonnya,

  8. 13

    dhuwurs said,

    nek motor sampai dgn hari ni masi bisa lewat to om? kalo mo ke jogja maksudnya yg lewat jembatan pabelan,,

  9. 15

    gilee,,, sampe ancur begitu,, ckcck

  10. 16

    dany :) said,

    Waduh…nek bis ono sik lwt palbapang ora mas sik sko mgl

  11. 18

    shumy27 said,

    lewat depan rumah??bikin polisi tidur pake batang poon kelapa aja masbro…biar pada jumping..!! 😀

  12. 19

    Arief said,

    Rumah Anda di magelang apa jogja bos?

  13. 22

    jadi inget pas malam hari 30 maret kemrin, harus muter lewat borobudur….macet..banyak truk pasirnya menuh2in jalan, hehehe

    http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/03/31/iseng-aja-foto-jembatan-pabelan-putus-akibat-banjir-lahar-dingin-magelang-30-maret-2011/

  14. 24

    Tonnie said,

    malah blom sempet ngechek yang pedhot.. mg msh boleh liwat..

  15. 26

    Ipoet said,

    Wah, omahku nang Sambeng, tak tinggal nang Tangerang wis setahun dadi kepriben yo?

    Jan eling jaman 2002, dalane durung di-hotmix. Jagalan-Mbudur numpak kopata dadi koyo diskoan, ajib ajib ajib


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: